Berita Terbaru:

Sejarah

Writen By: ponpesdn June 27th, 2012

Sejarah Pondok Pesantren Daarun Nahdhah

Sejarah berdirinya Pontren

Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang merupakan kelanjutan dari Madrasah Daarul Mu’allimin pimpinan H. Syeh Abdul Malik. Daarul Mu’allimin didirikan pada tahun 1923, dengan menggunakan sistem pendidikan khalakah dan klasikal. Pesantren ini hanya diperuntukkan bagi santri laki-laki. Madrasah yang berdiri di Bumi Sari Madu, sebenarnya telah banyak mengalami kemajuan. Baik santri maupun alumninya telah tersebar kemana-mana. Namun ketika Jepang masuk ke wilayah tersebut 21 Maret 1942, membuat kegiatan Darul Mu’allimin terhenti total. Ustadz dan santri terpencar-pencar akibat pertempuran yang tak bisa dihindari.

Kurang lebih enam tahun kegiatan Madrasah Darul Mu’allimin terhenti, almarhum Abuya H. M. Nur Mahyuddin, salah seorang murid almarhum Syekh Abdul Malik mengambil prakarsa untuk menghidupkan kembali Madrasah.

Ia kemudian mengumpulkan sejumlah Ulama dan Tokoh Masyarakat Desa Muara Uwai untuk membicarakan kemungkinan berdirinya Pondok Pesantren. Ia melihat kehadiran pondok tersebut akan sangat banyak manfaatnya bagi generasi muda islam di wilayah tersebut.

Setelah melalui musyawarah, akhirnya pada tanggal 11 Januari 1948 disepakati untuk menghidupkan kembali pondok tersebut dengan nama Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang (PPDN-TB). Pendirian tersebut ditandai dengan penerimaan santri baru untuk Ibtidaiyah. Barulah pada tanggal 18 Agustus 1948 pesantren tersebut membuka jenjang pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah.

 

Perjuangan

Sejarah kembali berulang tampak tepat sekali untuk melukiskan perjalanan Daarun Nahdhah. Belum genap pesantren itu berumur Satu tahun , meletuslah agresi Belanda 31 September 1948. agresi Belanda tersebut membuat para guru dan murid terpaksa mengungsi. Bahkan tak sedikit pula yang ikut bergerilya mempertahankan kemerdekaan. Dalam mempertahankan kemerdekaan tersebut  tercatat seorang guru pesantren tewas di tangan Belanda.

Setelah masa agresi Belanda selesai, pada tanggal 27 Desember 1950, almarhum Abuya H. M. Nur Mahyuddin kembali mengumpulkan para guru dan murid untuk melanjutkan kembali kegiatan pesantren Daarun Nahdhah.

6 Responses to “Sejarah”

  1. taufik says:

    semoga tetap menjadi yang terbaik

  2. Rahmat Ilahi says:

    Berita tentang IPDA ada tak pak ustadz?? syukron, jazakallahu khoiruljaza’…:)

  3. muhammad syarifuddin says:

    Selamat untuk Almamater kami yang telah punya web ini. Semoga bisa sebagai wadah kita untuk tetap silaturrahmi. Alhamdulillah.

  4. Yuk kita ramaikan situs pesantren kita ini, untuk persatuan dan silaturahmi

    Sejarah yg sarat dengan perjuangan dan ketulusan…
    Benar-benar inspiratif….
    Semoga bisa dapat dijadikan uswah bagi para abuya, ummy, abiturent/ent, dll sehingga kita semua dapat mewarisi semangat dan kepribadiaan, dan meneruskan perjuangan Abuya KH. M. Nur Mahyuddin

Leave a Reply

ALAMAT PONPES DAARUN NAHDHAH

Alamat : Jl. Letkol Syarifuddin Syarif Km. 1 Bangkinang Seberang
Telp/Fax : 0762 322382
E-mail : ppdntbdaarun@yahoo.co.id
Facebook :
Twitter :

Kalender

December 2014
M T W T F S S
« Jun    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

SOCIAL MEDIA